Rositaenges's Blog


RESUME BAB IV
Juni 6, 2009, 12:59 pm
Filed under: APSI

ANALISIS KEBUTUHAN


Adapun tujuan dilakukannya Tahap Analisis yaitu:

1)      Menjelaskan system saat ini secara lengkap.

2)     Menggambarkan system informasi yang ideal.

3)      Membawa system informasi yang ideal ke kondisi saat ini dengan memperhatikan kendala sumber daya.

4)     Member dorongan terhadap keyakinan pemakai ke dalam team pengembangan sisitem.

Tahap Requirement analysis adalah tahap interaksi antara analisis system dengan komunitas pemakai system, dimana team pengembangan system menunjukkan keahliannya untuk mendapatkan tanggapan dan kepercayaan pemakai, sehingga mendapat patisipasi yang baik.

-          Keinginan Pemakai

Dalam hal ini harus dijelaskan kepada pemakai, bahwa tidak ada system yang sempurna supaya tidak terjadi     perbedaan pandangan antara end-user dengan pembuat system.

-          Metode Analisis Kebutuhan

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam requirement system antara lain interview, questionnaires, observation, procedure analysis dan document survey.

Tanya Jawab (INTERVIEWs)

a. Bagaimana Metode Digunakan

  • Memilih potential interviewees.
  • Membuat perjanjian terhadap potential interviewe.
  • Menyiapkan struktur pertanyaan yang lengkap dan jelas.
  • Memilih person yang diinterview secara pribadi dan merekamnya.

Target Dari Metode

  • Kunci pribadi dalam proses DFD.
  • Kadangkala melibatkan orang luar, seperti pelanggan attau vendors.
  1. c. Keuntungan Metode
  • Pewawancara dapat mengukur respon melalui pertanyaan dan menyesuaikan dengan situasi yang terjadi.
  • Baik untuk permasalahan yang tidak terstruktur, seperti mengapa anda berfikir hal ini akan terjadi…..?
  • Menunjukkan kesan interviwer secara pribadi.
  • Memunculkan respon yang tinggi sejak peyusun pertemuan.
  1. d. Kerugian Metode
  • Membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
  • Membutuhkan pelatihan dan pengalaman khusus dari pewawancara.
  • Sulit membandingkan laporan wawancara karena subyektivitas alamiah.

Kapan Metode Tidak Baik Digunakan

  • Mendapatkan penjelasan atau pandangan dari personal kunci.
  • Test kredibilitas dari interviwees.
  • Mencari interview  yang unsureness atau contradiction.
  • Memantapkan kredibilitas team.

Faktor penting dalam interview yang baik adalah Objectives, Audience, Format, Weighting dan Combining Responses and Documentation.

Kuesioner (Questionnaires)

a) Bagaimana Metode Itu Digunakan

  • Mendesain dengan menggunakan standar kuesioner.
  • Kuesioner dikirimkan ke lingkungan kerja end-users.
  • Struktur respon diringkas dalam bentuk statistic distribusi.

b) Target Dari Metode

  • Semua end-user  dengan wawasannya akan dilibatkan dalam proses solusi pemecahan system.
  • End-user dihubungkan dengan proses pemakaian symbol-simbol dalam DFD.

c) Keuntungan Metode

  • Murah dan cepat daripada interview.
  • Tidak membutuhkan investigator  yang terlatih.
  • Mudah untuk mensistensis hasil sejak pembuatan kuesioner.
  • Dengan mudah dapat meminimalkan biaya untuk semua end-user.

d) Kerugian Metode

  • Tidak dapat membuat pertanyaan yang spesifik bagi end -user.
  • Analis melibatkan kesan, sehingga tidak dapat menampakkan pribadi end-user.
  • Tanggapan yang rendah karena tidak adanya dorongan yang kuat untuk mengembalikan kuesioner.
  • Tidak dapat menyesuaikan pertanyaan ke end-user secara spesifik.

e) Kapan Metode Digunakan

  • Pertanyaan sederhana.
  • Membutuhkan wawasan luas dari end-user.
  • Bila memiliki sedikit waktu dan biaya.

Observasi (OBSERVATION)

Bagaimana Metode Itu Digunakan

  • Secara pribadi seorang analis mengunjungi lokasi pengamatan.
  • Analis merekam kejadian dalam lokasi pengamatan, termasuk volume dan pengolahan lembar kerja.

Target  Dari Metode

  • Lokasi proses  secara geografis ditunjukkan dalam DFD (Data Flow Diagram)

Keuntungan Metode

  • Mendapatkan fakta records daripada pendapat (Opinion).
  • Tidak membutuhkan konstruksi pertanyaan.
  • Tidak mengganggu atau menyembunyikan sesuatu (end-user tidak mengetahui bawha mere sedang diamati).
  • Analis tidak berantung pada penjelasan lisan dari end-users.

Kerugian Metode

  • Jika terlihat analis mungkin mengubah operasi

Kapan Metode Tersebut Baik Digunakan

  • Membutuhkan gambaran  kuantitatif seperti waktu, volume dan sebagainya.
  • Kecurigaan bahwa end-user mengatakan suatu kejadian yang sebenarnya tidak terjadi.

PROSES ANALISIS

Bagaimana Metode Digunakan

  • Mempelajari dan mengidentifikasikan aliran kunci melalui DFD.
  • Setiap dokumen kunci menjelaskan prosedur operasi system.
  • Mempelajari kenyataan daripada mendeskripsikan volume distribusi dan apa yang selanjutnya dikerjakan terhadap aliran dokumen aslinya.

Target Dari Metode

  • Dokumen utama dalam DFD.
  • Proses dalam DFD.

Keuntungan Metode

  • Evaluasi prosedur dapat dikerjakan dengan campur tangan yang minimal dan tidak mempengaruhi operasi pemakai.
  • Prosedur aliran dapat menjadi sebuah struktur checklist untuk melakukan observasi.

Kerugian Metode

  • Prosedur mungkin tidak lengkap dan tidak up to date lagi
  • Mempelajari bagan aliran dokumen membutuhkan waktu dan keahlian analis.

Kapan Metode Baik Digunakan

  • Memutuskan apakah masalah kegagalan system dapat membantu perancangan yang baikaa.
  • Tim analis tidak secara total familiar dengan aliran dokumen.
  • Mendeskripsikan aliran dokumen yang mengganggu kerjanya fungsi.

PENGAMATAN DOKUMEN (DOCUMENT SURVEY)

Bagaimana Metode Baik Digunakan

  • Mengidentifikasikan dokumen utama dan laporan.
  • Mengumpulkan salinan dokumen actual dan laporan.
  • Setiap dokumen digunakan untuk record data, meliputi field, frekuensi penggunaan dan struktur kodingnya.

Target Dari Metode

  • Aliran data  kunci ditunjukkan dalam DFD.

Keuntungan Metode

  • Meminimalkan intrupsi dari fungsi operasionalnya.
  • Permulaan elemen kamus data.
  • Dapat mempertimbangkan modifikasi major procedural.

Kerugian Metode

  • Membutuhkan waktu yang cukup.

Kapan Metode Baik Digunakan

  • Harus dikerjakan jika sebuah system akan didesain.

SAMPLING

Kendala Sumber Daya

  1. Waktu
  2. Uang
  3. Keahlian
  4. Teknologi
  5. Fakor Eksternal

DOKUMEN ANALISIS KEBUTUHAN

Arahan Analisis

  • Hubungan dengan pemakai akhir.
  • Menganalisa record, forms dan laporan.
  • Pengamatan proses.

Kebutuhan Pemakai

  • Apa yang menjadi kebutuhan sebenarnya.
  • Pengaruh system baru.

Kendala Sistem

  • Menjelaskan kendala waktu, biaya, keahlian, tekhnologi dan factor eksternal.
  • Realistic

Dokumentasi

  • Instrument  pengumpulan data.
  • Aliran data secara logical dan phisik.
  • Element awal dalam kamus data.


jadwal PA
Mei 31, 2009, 4:23 am
Filed under: Uncategorized

lklk



PROGRESS PA
Mei 24, 2009, 2:36 am
Filed under: PROGRESS PA

JUDUL  INDUK PENELITIAN      :   Perancangan System Aplikasi Laporan Keuangan Pada OPTIK CAHAYA

ITC SAWANGAN-DEPOK.

JUDUL  OBJEK  PENELITIAN      :   Perancangan Sistem Aplikasi Pembelian Dengan Menggunakan

Visual Basic 6.0 Pada OPTIK CAHAYA  ITC Sawangan –Depok.

FASE 1

PENGENALAN

Masalah

Masalah yang dihadapi oleh OPTIK CAHAYA  adalah pada bagian pembelian yaitu:

-          Tidak adanya   ketetapan kegiatan dalam  pembuatan laporan pembelian .

-           Proses pencatatan pembelian belum menggunakan proses komputerisasi, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan-kesalahan yang sangat berpengaruh dalam proses pencatatan.

Kesempatan

Dalam hal ini peneliti melihat peluang atau kesempatan untuk membuat apliksi pembelian dengan komputerisasi, yang bermanfaat dan bisa digunakan bagi perusahaan tersebut, karena dalam perusahaan itu sendiri  masih menggunakan pencatatan pembelian secara manual.

Tujuan

-          Dengan adanya ketetapan dalam pembuatan laporan pembelian, maka akan mempermudah perusahaan dalam mengurangi kesalahan-kesalahan karena pencatatan yang dilakukan secara manual.

-          Dengan adanya aplikasi berbasis computer, maka kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam kegiatan pencatatan dapat berkurang.

KETERLIBATAN PERSONIL

Analis Sistem

Analis system terlibat sebagai problem solver atau pihak yang memecahkan masalah-masalah, baik dalam kegiatan observasi  maupun dalam kegiatan pembuatan system.

Manajemen User.

Manajemen user akan terlibat di dalam pemakaian apliaksi yang akan dibuat, serta manajemen user inilah yang akan mengoperasikan system aplikasi yang sudah dibuat.

Manajemen Sistem

Manajemen system terlibat di dalam pembuatan seluruh aplikasi dari  sejak  dilakukannya  kegiatan observasi sampai dengan aplikasi siap digunakan oleh manajemen user.

FASE 2

-          Menentukan Kebutuhan Informasi

Untuk mendapatkan informasi dan data kebutuhan system pada OPTIK CAHAYA, peneliti melakukan observasi secara langsung.

Adapun cara yang dilakukan untuk mengetahui  sistem pembelian pada OPTIK CAHAYA yaitu:

  • Interview Manajemen, Operasi dan Personal

Proses interview dilakukan langsung oleh peneliti. Yang diinterview adalah pemilik OPTIK langsung. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data tentang system pembelian yang digunakan oleh OPTIK CAHAYA.

  • Mengumpulkan Dokumen Sistem/Operasi

Selain itu peneliti  juga mengumpulkan contoh dokumen-dokemen yang berhubungan dengan system pembelian. Dokumen dokumen ini akan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan aplikasi pembelian pada OPTIK CAHAYA.

  • Menggunakan Questioner

Peneliti belum pernah menggunakan questioner dalam pengumpulan data, karena yang dibutuhkan dalam awal pembuatan aplikasi pembelian adalah system keuangan yang digunakan OPTIK CAHAYA.

  • Mengamati Sistem dan Keterlibatan Personal

Pengamatan dilakukan secara langsung ke OPTIK CAHAYA adalah masing-masing personal terlibat langsung dalam menjalankan system. Contohnya dalam pencatatan pembelian, karyawan bagian pembelian mencatat  langsung kegiatan transaksi yang terjadi pada hari tersebut.

  • Menggunakan Pertanyaan who, what, where, when, how dan why.

Contoh-contoh pertanyaan yang diinterview penulis pada OPTIK CAHAYA antara lain:

Bagaimana system pembelian di jalankan pada OPTIK CAHAYA?

Mengapa system perlu digunakan pada OPTIK CAHAYA?

Sejarah berdirinya OPTIK CAHAYA?

Letak dan alamat tempat penelitian dilakukan?

Proses penjualan dan pemesanan barang?

KETERLIBATAN PERSONAL

  • Analis Sistem

Analis Sisem terlibat sebagai problem solver atau pihak yang memecahkan masalah-masalah baik pada saat melakukan observasi atau pada saat pembuatan system.

  • Manajemen User

Manajemen User akan terlibat di dalam pemakaian aplikasi yang akan dibuat , serta manajemen user inilah yang nantinya akan mengoperasikan system aplikasi tersebut. Dalam hal pembuatan aplikasi pembelian ini yang nantinya akan menjadi user adalah bagian pembelian pada OPTIK CAHAYA ITC SAWANGAN-DEPOK.

  • Pekerja Operasi

Merupakan salah satu fungsi manajemen yang membuat rencana dan melakukan pengendalian  system produksi, serta kegiatan system interface dengan fungsi lain di dalam organisasi dan lingkungan organisasi. Jadi secara tidak langsung keyword untuk manajemen operasi ini adalah Decision Making dalam bidang proses kualitas kapasitas dan persediaan.

  • Manajemen Sistem

Manajemen system terlibat di dalam pembuatan seluruh aplikasi dari mulai sejak diadakannya observasi sampai aplikasi siap digunakan oleh manajer user.

SOAL 3

TINJAUAN TENTANG OBJEK PENELITIAN (PA) SESUAI DENGAN FASE 1 &2

FASE I

Pengenalan Sistem Informasi OPTIK CAHAYA

-          Masalah

Suatu sistemm informasi selalu digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya dimana suatu system dapat bermanfaat di dalam pengambilan keputusan oleh perusahaan. OPTIK CAHAYA ini bergerak di penjualan kacamata, lensa, obat mata dan service kacamata. Kegiatan pembelian dan penjualan dilakukan oleh perusahaan. Pencatatan untuk transaksi-transaksi dialkukan secara manual, sehingga apabila terjadi pembelian atau penjualan dalam jumlah besar sering membuat karyawan kewalahan dalam menanganinya. Laporan pembelian  secara rinci jug atidak dapat disajikan, sehingga perlu adanya suatu aplikasi berbasis computer yang dapat membantu perusahaan dan mengurangi kesalahan  di dalam pencatatan pembelian serta pembuatan laporan pembelian secara rinci.

-          Kesempatan

Karena pencatatan pembelian perusahaan masih mengunakan system manual, dari  itu peneliti memiliki peluang untuk membuat sebuah aplikasi yang dapat mencatat pembelian secara otimatis dengan menggunakan kmputerisasi, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pencatatan.

KETERLIBATAN PERSONAL

-          Analis SIstem

Analis system merupakan orang yang menjadi pemecah masalah-masalah yang timbul pada saat pembuatan system aplikasi berbasis komuter. Dalam halini yang menjadi problem solvernya adalah dosen pembimbing.

-          Manajemen User

Manajemen user merupakan orang/perusahaan yang nantinya akan menggunakan aplikasi yang dibuat.

-          Manajemen Sistem

Manajemen system terlibat di dalam pembuatan seluruh aplikasi dari sejak diadakannya observasi samapi aplikasi siap digunakan oleh manajemen user. Dalam pembuatan aplikasi yang menjadi manajemen sistemnya adalah penulis sendiri.

FASE II

MENENTUKAN KEBUTUHAN INFORMASI

Untuk mendapatkan data OPTIK CAHAYA peneliti melakukan observasi langsung.

Yang dilakukan peneliti dalam mengetahui system pembelian yang digunakan OPTIK CAHAYA adalah:

-          Interview  Manajemen, Operasi dan Personal

Proses interview dilakukan langsung oleh penulis  dan langsung pada pemilik untuk memperoleh data atau informasi tentang system pembelian yang diterapkan oleh OPTIK CAHAYA.

-          Mengumpulkan Dokumen Sistem/Operasi

Peneliti  juga mengumpulkan contoh-contoh dokumen yang berhubungan dengan system pembelian. Dokumen-dokumen tersebut bermanfaat sebagai acuan dalam pembuatan aplikasi pembelian pada OPTIK CAHAYA.

-          Menggunakan Quesioner

Peneliti masih belum bisa menggunakan questioner untuk pengumpulan data, karena yang dibutuhkan pada awal pembuatan aplikasi pembelian ini adalah system keuangan yang digunakan perusahaan.

-          Mengamati Sistem dan Keterlibatan Personal

Pengamatan system dilakukan pada saat observasi langsung ke perusahaan. Selama melakukan penelitian , ternyata masing-masing individu memiliki keterlibatan langsung dalam menjalankan system. Dalam hal pencatatan pembelian karyawan bagian pembelian akan melakukan pencatatan pembelian barang yang terjadi saat itu juga.

-          Menggunakan Pertanyaan who, what, where, when, who dan why

Contoh-contoh pertanyaan yang diinterview penulis pada OPTIK CAHAYA antara lain:

Bagaimana system pembelian di jalankan pada OPTIK CAHAYA?

Mengapa system perlu digunakan pada OPTIK CAHAYA?

Sejarah berdirinya OPTIK CAHAYA?

Letak dan alamat tempat penelitian dilakukan?

Proses penjualan dan pemesanan barang?

KETERLIBATAN PERSONAL

-          Analis Sistem

Analis system merupakan orang yang menjadi pemecah masalah-masalah yang timbul pada saat pembuatan system aplikasi berbasis computer. Dalam hal ini yang menjadi problem solvernya adalah para dosen pembimbing.

-          Manajemen User

Manajemen user merupakan orang atau perusahaan yang nantinya akan menggunakan aplikasi yang dibuat.

-          Pekerja Operasi

Merupakan salah satu fungsi manajemen yang membuat rencana dan melakukan pengendalian system produksi, serta kegiatan system interface dengan fungsi lain di dalam organisasi dan lingkungan organisasi. Jadi secara langsuung keyword untuk manajemen operasi ini adalah Decision Making terutama dalam bidang proses,  kualitas, kapasitas, dan persediaan.

-          Manajemen Sistem

Manajemen system terlibat di dalam pembuatan seluruh aplikasi dari sejak diadakannya observasi sampai aplikasi ini siap digunakan oleh manajemen user. Dalam pembuatan aplikasi ini yang menjadi manajemen sistemnya adalah penulis sendiri.



BAB 1 PPT
Mei 24, 2009, 2:33 am
Filed under: APSI

INFORMASI

Informasi adalah sebuah sumber organisasi dimana harus diatur secara baik seperti sumber daya lainnya. Proses informasi harus diatur untuk mendapatkan keunggulan potensial informasi.

KATEGORI SITEM INFORMASI

Delapan kategori system informasi yaitu:

-          TPS

-          OAS

-          KWS
MIS

-          DSS

-          ES

-          GDSS

-          EES

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN WEB

-          Meningkatkan kepedulian terhadap ketersediaan layanan, produk, orang atau group.

-          24 jam akses users.

-          Disain interface standard.

-          Menciptakan system global.

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Analisa dan perancangan system adalah sebuah pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi masalah, kesempatan, tujuan: analisa aliran informasi organisasi: dan merancang system informasi terkomputer untuk menyelesaikan sebuah masalah.

ANALISA SISTEM

Analisa system berfungsi sebagai : konsultan bisnis, men-support para expert dalam bisnis, agen perubahan.

Analis Sistem adalah problem solvers, dan membutuhkan keahlian komunikasi dan analisa system harus beretika dengan user dan konsumen.

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM

Siklus hidup pengembangan system adalah sebuah pendekatan system untuk menyelesaikan masalah bisnis dan setiap fase mempunyai aktifitas yang unik.

7 Fase Siklus Hidup Pengembangan Sistem:

1. Fase 1

-          Pengenalan : Masalah, Kesempatan, Tujuan.

-          Keterlibatan personal:  Analis Sistem, Manajer User dan Manajemen Sistem.

2. Fase 2

-          Menentukan Kebutuhan Informasi: Interview manajemen, operasi dan personal, Mengumumkan dokumen system/operasi, Menggunakan pertanyaan who, what, where, when, how dan why, Mengamati system dan keterlibatan personal.

-          Keterlibatan Personal : Analisis system, Manajemen user, Pekerja operasi, Manajemen system.

3. Fase 3

-          Analisa Kebutuhan Sistem: Membuat data flow diagrams, Dokumen prosedur logic untuk proses data flow diagram, Melengkapi kamus data, Mempersiapkan dan mempresentasikan proposal sisitem, dan Merekomendasikan solusi optimal kemanajemen.

-          Keterlibatan Personal: Analis system, manajer user, Manajemen system.

4. Fase 4

-          Merancang Sistem yang Direkomendasikan: Melakukan disain user interface, Disain control system, Disain file dan atau database, Menghasilkan spesifikasi program dan Menghasilkan table atau pohon keputusan.

-          Personnel Involved: Analyst, Sytem designer, User managemen, Useroperations workers dan system management.

5. Fase 5

-          Mengembangkan dan Mendokumentasikan program: Disain program computer, Pembuatan disain program, pembuatan program computer, Dokumentasi software.

-          Keterlibatan Personal: Analis Sistem, Disain Sistem, Programmers, Manajemen Sistem.

6. Fase 6

-          Testing dan Implementasi Sistem: Test and debug program computer, Test system computer dan peningkatan system.

7. Fase 7

-          Implementasi dan Evaluasi Sistem: Konversi rencana, Pelatihan user, Pembelian dan installasi perangkat baru, Meng-Convert files, Installasi system dan melakukan review and evaluasi system.

-          Keterlibatan Personal: Analis system, Disain system, Programmer, Manajemen user, Pekerja operasi dan Manajemen siste.

PENINGKATAN SISTEM

System ditingkatkan dengan alasan:

-          Menambah fitur tambahan pada system.

-          Kebutuhan bisnis dan pemerintah berubah setiap waktu.

-          Teknologi, hardware dan software berubah dengan cepat.

KEUNTUNGAN GENERATE KODE

-          Waktu untuk mengembangkan penurunan system baru.

-          Waktu maintenance kode generate lebih sedikit dibandingkan dengan maintenance system tradisional.

-          Program computer bisa di-generate dalam lebih dari satu bahasa.

-          Disain CASE dibeli dari vendor pihak ketiga dan menyesuaikan kebutuhan organisasi

-          Kode generate adalah bebas dari eror kode program.



Resume BAB 1
Mei 24, 2009, 2:27 am
Filed under: APSI

1. KONSEP DASAR SISTEM

Dua Pendekatan yang digunakan untuk mendefiinisikan sebuah system, yaitu:

  • Prosedur adalah rangkaian operasi klerikal (tulis-menulis), yang  melibatkan beberapa orang di dalam satu atau  lebih departemen yang digunakan untuk  menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang  terjadi, serta untuk menyelesaikan suatu kegiatan tertentu.
  • Penekanan pada elemen atau komponennya: “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu.

Komponen-komponen subsistem-subsistem tersebut tidak dapat berdidir lepas sendiri-sendiri, tetapi subsistem tersebut saling berinteraksi dan berhubungan membentuk satu kesatuan, sehingga tujuan atau sasaran tersebut dapat tercapai.

2. KARAKTERISTIK SISTEM

Suatu system mempunyai karakteristik atau sifat-sifat  tertentu, yaitu :

  1. Komponen-komponen (COMPONENTS)
  2. Masukan  (INPUT)
  3. Keluaran (OUTPUT)
  4. Pengolah (PROSES)
  5. Sasaran (OBJEKTIVES)  atau Tujuan (GOAL)

3. KLASIFIKASI SISTEM

-          Sistem Tertentu (Deterministic System)

Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, interaksi diantara bagian-bagiannya dapa t dideteksi dengan pasti, sehingga keluarannya dapat diramalkan . contoh: program computer, melaksanakan secara tepat sesuai dengan rangkaian instruksinya .

-          Sistem Probabilistik (Probabilistic System)

System yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti, (selalu ada sedikit kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya system) contoh: sisitem pemasaran.

-          Sistem Terbuka (Open System)

System yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. System ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar/subsistem yang lainnya, sehingga harus memiliki system pengendalian yang baik. Sisitem ini cenderung memiliki sifat adaptasi, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sehingga dapat meneruskan eksistensinya.

-          Sistem Tertutup (Closed System)

System fisik dimana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran meteri, energy atau informasi dengan lingkungan di luar system tersebut. System ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak di luarnya. Contoh : reaksi dalam tabung berisolasi dan tertutup.

-          Relatively Closed Sistem

Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruh-pengaruh lain. System ini dalam opersinya dapat menerima pengaruh dari luar  yang sudah didefinisikan dalam batas-batas tertentu.

-          Artificial Sistem

System yang meniru kejadian dalam system. System ini dibentuk berdasarkan kejadian di dalam dimana manusia tidka mampu melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam. Contoh : system Artificial Intelligenci, yaitu program computer yang mampu membuat computer seolah-olah berfifkir.

-          Natural  Sistem

System yyang dibentuk dari kejadian dalam alam. Contoh: laut, tatasurya.

-          Manned Sistem.

System penjelasan tingkah laku  yang meliputi keikutsertaan manusian. System ini dapat digambarkan dalam :

  • Sistem Manusia
  1. Manusia, system yang menitikberatkan hubungan antar manusia.
  2. Mesin, system yang mengikutsertakan mesin untuk suatu tujuan.
  • Sistem Mesin

Mesin. System yang otomatis dimana manusia mempunyai 3 tugas untuk memulai dan mengakhiri system, manusia dilibatkan juga untuk memonitor system. Mesin berinteraksi dengan mesin untuk melakukan beberapa aktivitas. Pengotomatisan ini menjadikan bertambah  pentingnya konsep organisasi, dimana manusia dibebaskan dari tugas-tugas rutin atau tugas-tugas fisik yang berat. Tugas untuk memulai dan mengakhiri sistem

4. JENIS SISTEM

  1. Sistem Alami. Seperti system matahari dan system luar angkasa dan system buatan manusia seperti system  perpustakaan, system transportasi . system ini terbagi menjadi 2 yaitu system fisik dan system kehidupan.
  2. Sistem Buatan Manusia seperti  system hukum, perpustakaan dan sisten transportasi, sedangkan system buatan umumnya terbagi berdasarkan spesifikasi seperti: system social, transportasi, produksi dan keuangan.

Sistem yang terotomasi, merupakan bagian dari system buatan manusia dan berinteraksi atau dikontrol  oleh satu atau lebih computer sebagai bagian dari system yang digunakan dalam masyarakat modern. System terotomasi mempunyai sejumlah komponen yaitu perangkat keras (CPU, Disk, Terminal, Printer dan Tape) sedangkan perangkat lunak (system operasi, system database, program pengontrol komunikasi dan  program aplikasi), Personil (yang mengoperasikan system, menyediakan masukan, menngkonsumsi keluaran dan melakukan aktivitas manual yang mendukung system), data (yang harus tersimpan dalam system selama jangka waktu tertentu) dan prosedur (intruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan system).

Sistem Terotomasi terbagi dalam sejumlah kategori, yaitu:

a. On-Line System

System yang menerima secara langsung masukan pada area dimana mereka dimasukkan dan menghasilkan  keluaran (yang dapat berupa hasil komputasi)

b. Real –Time System

Sistem yang mekanis pengontrolan, perekaman data dan  pemrosesan yang sangat cepat dengan hasil yang  dapat deiterima dalam waktu relative sama.

c. Decision Support System+ Strategic Planning Sistem

Sistem yang memproses transaksi organisasi searah membantu para manajer mengambil keputusan mengevaluasi dan menganalisis tujuan organisasi. Digunakan untuk system penggajian,  system pemesanan, system akuntansi dan system produksi.

d. Knowledge_Based Sistem

Program computer yang dibuat mendekati kemampuan dan pengetahuan seorang pakar..

5. PELAKU SISTEM

1. Pemakai

Pemakai dibagi menjadi 3  yaitu:

  • Operasional
  • Pengawas
  • Eksekutif

2. Manajemen

3. Pemeriksa

Ukuran system yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana system tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa.

4. Penganalisa Sistem

Fungsinya adalah sebagai  Arkelog,  Inovator, Mediator dan Pemimpin proyek.

5. Pendesain  Sistem

Menerima hasil penganalisa system (kebutuhan pemakai tidak berorientasi pada tekhnologi tertentu) lalu ditransformasikan kedesain arsitektur tinggi.

6. Pemrogram

Setelah penganalisa system memberikan hasil kerjanya dan kemudian diolah oleh pendesain system baru, pemrogram dapat mulai bekerja.

7. Personil Pengoperasian

Bertugas dan bertanggungjawab dipusat komputer , misalnya jaringan, keamanan perangkat keras dan lunak pencetak an dan back-up.

6. INFORMASI

Data & Informasi

Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang dihadapi.

Data Bisnis (Business Data) adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu dan  kejadian.

Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Contoh dalam dunia bisnis kejadian-kejadian nyata yang sering terjadi adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut dengan transaksi.

Beberapa definisi informasi :

-          Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

-          Sesuatu yang nyata/setengah  nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian.

-          Mengorganisasikan data untuk membantu dalam pengambilan keputusan tertentu atau untuk tindakan dimasa yang akan datang/bukan berupa suatu tindakan untuk mencapai tujuan perusahaan.

7. PENGOLAH DATA (DATA PROCESSING)

Operasi yang dilakukan dalam Pengolahan Data:

Data Input

-          Reording transaction data kesebuah pengolahan data medium, (contoh, punching number ke dalam kalkulator).

-          Coding transaction data ke dalam bentuk lain (contoh, converting atribut kelamin female ke huruf F).

-          Storing data or  informasi untuk pengambilan keputusan (informasi yang mungkin dibutuhkan untuk dimasa yang akan datang).

Data Transformation

  1. Calculating,   operasi aritmatik terhadap data field.
  2. Summarizing , proses akumulasi beberapa data (contoh, menjumlah jumlah jam kerja setiap hari dalam seminggu menjadi nilai total  jam kerja perminggu).
  3. Classifying data group-group tertentu.

Information Output

  1. Displaying result,  menampilkan informasi yang dibutuhkan pemakai melalui monitor/cetakan.
  2. Reproducing,  penyimpanan data yang digunakan untuk pemakai lain yang membutuhkan.
  3. Telecommunicating,  penyimpanan data secara elektronik melalui saluran komunikasi.

8. SIKLUS INFORMASI

Dari sebuah keputusan akan menghasilkan kejadian-kejadian tertentu yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan dimasukkan ke dalam model  (proses), yang akan membentuk suatu siklus informasi atau siklus pengolahan data.

Kualitas Informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan  oleh 3 hal yaitu:

  1. Releva Informasi harus memberikan manfaat bagi pemiliknya.
  1. Akurat Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias/menyesatkan.
  2. Tepat Waktu informasi yang dihasilkan /dibutuhkan tidak boleh terlambat
  3. Ekonomis
  4. Efisien
  5. Dapat Diperacaya

Nilai Informasi

Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya denngan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektifitasnya. Pengukurannya dapat menggunakan analisis cost effectiveness/cost benefit.

Informasi dan Tingkat Manajemen

Informasi dapat dikelompokkan berdasarkan penggunaannya yaitu:

  1. Informasi Strategis :  Untuk mengambil keputusan jangka panjang mencakup informasi eksternal dan  rencana perluasan perusahaan.
  2. Informasi Taktis : Untuk mengambil keputusan jangka menengah, mencakup informasi trend penjualan  yang dapat dipakai untuk menyusun rencana-rencana penjualan.
  3. Informasi Teknis : Untuk keperluan operasional sehari-hari, informasi persediaan stock, retur penjualan dan laporan kas harian.

Manfaat Sistem Informasi

  1. Organisasi : Untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
  2. Bank: untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening Koran dan transaksi yang terjadi.
  3. Perusahaan : Untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.

9. ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

v  Analisis system sangat bergantung pada teori system umum sebagai sebuah landasan konseptual, yang umumnya tujuannya sama yaitu memahami system yang rumit kemudian melakukan modifikasi dengan beberapa cara.

v  Tujuannya adalah untuk memperbaiki berbagai fungsi di dalam system agar  lebih efisien untuk mengubah sasaran system untuk mengganti output.

v  Adapun tahapan dalam  menganalisa system sebagai berikut :

  1. Definisi masalah

Bagian system yang mana yang tidak memuaskan? Apakah input telah mengalami perubahan bentuk, harga atau ketersediannya? Apakah output kurang memuaskan? Apa tujuan usaha analisis system?

  1. Pahami system tersebut dan buat definisinya

Tindakan selanjutnya dapat diperinci lebih lanjut dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut untuk mendapatkan pemahaman tentang system.

-          Apa yang menjadi variable-variabel  (komponen system)?

-          Bagaimana tiap variable saling berhubungan dan juga dengan lingkungan?

-          Apa yang menjadi batasan, system, yaitu dimana system akan berakhir, serta apa rumusan pengembangannya?

  1. Alternative apa saja yang tersedia untuk mencapai  tujuan dengan memperhatikan modifikasi system baru? Pilihan apa saja yang tersedia untuk memperbaiki system, berapa biayanya, serta apakah hal tersebut dapat diterapkan?
  2. Pilih salah satu alternative yang telah diriumuskan pada tahap sebelumnya.
  3. Terapkan alternative tersebut.
  4. Jika memungkinkan harus mencoba mengevaluasikan dampak dari perubahan yang telah dilakukan terhadap system.

10.GLOBALISASI EKONOMI

a. E-Commerce dan E-Business

Tiga tipe dasar aplikasi system informasi yang E-commerce dan E-business-enabled:

-          Pemasaran image, produk dan layanan perusahaan bentuk sederhana aplikasi perdagangan elektronik. Perdagangan elektronik business to consumen (B2C), bisnis ke konsumen mencoba untuk menawarkan saluran distribusi produk dan layanan tradisional yang baru dan berbasis web.

-          Perdagangan elektronik business (B2B), bentuk perdagangan elektronik yang paling kompleks dan pada akhirnya dapat berkemabng menjadi bisnis elektronik-pemrosesan yang lengkap, tanpa kertas dan digital terhadap semua  transaksi bisnis secara virtual yang muncul di dalam dan diantara bisnis.

b. Keamanan dan Privasi

Hal  yang berhubungan dengan keamanan

c. Kolaborasi dan Rekanan

Kolaborasi dan rekanan adalah trend bisnis signifikan yang mempengaruhi aplikasi system informasi.

d. Manajemen Aset Pengetahuan

Informasi disaring oleh orang untuk menghasilkan Knowlwdge /pengetahuan dan keahlian.

e. Continous Improvement dan Total Quality Management

System informasi mengotomisasi dan mendukung proses bisnis.

f. Desain Ulang Proses Bisnis

Siustem informasi yang mendukung proses bisnis. System informasi hanya mengotomisasi banyak hal yang tidak efisien.

g. Aplikasi Enterprise

Bisnis aplikasi inti terdiri dari manajemen financial, manajemen SDM, pemasaran, penjualan dan manajemen operasi.



Hello world!
Mei 24, 2009, 2:09 am
Filed under: Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.